ATM dan M-Banking Dimatikan Sementara, Bank 9 Jambi Selidiki Dugaan Kehilangan Saldo

Berita, Jambi47 Dilihat

Jambi – Manajemen Bank 9 Jambi akhirnya angkat bicara menyusul beredarnya informasi terkait dugaan hilangnya saldo sejumlah nasabah melalui transaksi ATM. Klarifikasi tersebut disampaikan langsung oleh Direktur Utama Bank Jambi, Khairul Suhairi, pada Senin (23/2/2026) pagi di Gedung Mahligai Bank Jambi.

Dalam keterangannya, Khairul Suhairi menegaskan pihaknya tengah melakukan penelusuran menyeluruh untuk memastikan penyebab serta dampak dari dugaan anomali transaksi tersebut.

“Saat ini kami masih melakukan penelusuran, hari ini insyaallah audit forensik akan segera bekerja untuk memastikan berapa total kerugian nasabah dan nasabah yang yang terverifikasi,” ujarnya.

Ia menambahkan, Bank Jambi juga akan melaporkan persoalan ini kepada pihak berwenang guna memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Sebagai langkah mitigasi, manajemen untuk sementara waktu menonaktifkan sejumlah kanal layanan, termasuk ATM dan mobile banking, guna mencegah potensi risiko lanjutan selama proses investigasi berlangsung.

Khairul Suhairi mengimbau masyarakat agar tidak panik dan tetap tenang. Ia memastikan bahwa hak nasabah menjadi prioritas utama.

“Kami menghimbau masyarakat untuk tetap tenang. Sesuai dengan ketentuan, Bank Jambi berkomitmen apabila nasabah mengalami kerugian akan mengganti secara penuh baik itu kesalahan dari bank Jambi atau dari pihak ketiga,” tegasnya.

Nasabah yang merasa dirugikan diminta segera melapor ke layanan customer service di kantor cabang terdekat mulai hari ini sesuai jam operasional.

Sementara itu, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jambi, Yan Iswara Rosya, menyatakan pihaknya terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan OJK pusat serta manajemen Bank Jambi.

“Kami dari OJK terus memantau dan memonitoring apa yang terjadi terkait dengan isu anomali transaksi kemarin. Kami selalu berkoordinasi dengan OJK pusat dan Bank Jambi supaya penanganan yang kita lakukan sesuai dengan ketentuan,” ujarnya.

Yan Iswara juga menegaskan bahwa secara fundamental dan kondisi keuangan, Bank Jambi berada dalam keadaan baik. Ia meminta masyarakat Provinsi Jambi untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.

“Kami dari OJK meminta masyarakat Provinsi Jambi untuk tetap tenang, karena Bank Jambi secara kondisi keuangan dan fundamental yang baik,” kata Yan Iswara.

Selain itu, OJK juga memberikan masukan kepada Bank Jambi terkait dengan mengatasi persoalan anomali transaksi yang terjadi.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *