Puluhan Warga Sungai Tebal Terjangkit Malaria

Jambi255 Dilihat

Pariwarajambi.com – Puluhan warga Dusun Sungai Tebal Desa Tuo, Kecamatan Lembah Masurai, Kabupaten Merangin, terjangkit malaria.

Terkait itu Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melalui suratnya ke Dinas Kesehatan Merangin, menyatakan Dusun Sungai Tebal Desa Tuo bertatus Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit Malaria.

Baca juga: Terkait Ini: Wabup Sebut Data Pusat Tidak Singkron dengan Kondisi di Lapangan

Wakil Bupati Merangin, Nilwan Yahya mengatakan puluhan warga yang terserang malaria tersebut berdomisili di kawasan perkebunan.

“Alhamdulillah tim medis kita yang bertugas di wilayah kerja Puskesmas Pasar Masurai cepat tanggap mengatasinya. Peristiwa itu terjadi pada Desember 2022 sampai Januari 2023,” ujar Wabup.

Baca juga: Al Haris Jalan Kaki Bersama Jusuf Kalla Hadiri Resepsi Puncak Satu Abad NU

Dijelaskan Wabup, ada sebanyak 52 kasus malaria saat itu. Setelah dilakukan tindakan oleh bidan desa dan medis Puskesmas Pasar Masurai, KLB itu sudah tuntas diatas dan tidak ada lagi warga yang menderita penyakit Malaria.

“Artinya tidak ada lagi malaria yang terjadi di Dusun Sungai Tebal ini. Kami minta kepada para bidan di dusun tersebut, agar terus menyisir daerah pedalaman perkebunan Sungai Tebal, berkemungkinan masih ada warga yang sakit malaria,” terang Wabup.

Baca juga: Instruksi Gubernur: Kepala OPD Hanya Boleh Pegang Satu Mobil Dinas

Begitu juga dengan tempat tinggal warga lanjut Wabup, sudah dilakukan pencegahan dan antisipasi Malaria dengan penyemprotan, guna membunuh nyamuk Malaria sampai ke jentik-jentiknya.

“Kami sangat berterimakasih sekali kepada para medis kita yang cepat tanggap mengatasi KLB Malaria ini, sehingga tidak melebar ke dusun-dusun lainnya di kawasan Kecamatan Lembah Masurai dan sekitarnya,” jelas Wabup.

Bagaimana dengan kelangkaan obat Malaria yang sempat terjadi? Diakui Wabup, hal ini sempat membuat kekawatiran medis, mengingat obat Malaria itu tidak ada di  jual di pasaran.

“Alhamdulillah berkat koordinasi yang baik para bidan kita ini dengan Dinas Kesehatan Provinsi Jambi, kita sudah mendapatkan pasokan obat itu dari Dinas Kesehatan Provinsi Jambi,” terang Wabup.
T
erpisah, Bidan Neti Puspitasari dari Puskesmas Pasar Masurai mengatakan, puluhan warga yang ‘terserang’ Malaria itu tinggalnya jauh di perkebunan yang jarak tempuhnya sekitar tiga sampai empat jam perjalanan menggunakan sepeda motor dari Pasar Sungai Tebal.

“Kami telah menyalurkan kelambu dan obat-obatan secara gratis dari Dinas Kesehatan. Gejala yang dialam warga mual, pusing sampai ada yang muntah-muntah. Setelah dilakukan pemeriksaan baik di bidan maupun di Puskesmas, ternyata positif Malaria,” terang Bidan Neti Puspitasari.

Hal senada juga disampaikan Bidan Maryati yang mengaku sudah bertugas di Masurai selama 28 tahun sejak 1995. ‘’Kalau di Pasar Masurai hanya segelintir warga yang terjangkit Malaria, kebanyakan warga yang berdomisili di perkebunan,’’ terangnya.(guh/rky)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *