Pariwarajambi.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Merangin mengeluarkan imbauan tentang pelaksanaan ibadah bulan Ramadan tahun 1444 H atau 2023 M untuk wilayah bumi tali undang tambang teliti.
Ada 9 poin imbauan yang dikeluarkan MUI Kabupaten Merangin berkaitan dengan masuknya bulan Ramadan, mulai dari ajakan perbanyak beribadah, penutupan tempat maksiat hingga larangan membakar petasan saat Umat Islam melaksanakan terawih, tadarus dan ibadah lainnya.
Imbauan tersebut ditandatangani Ketua umum dan Sekretaris Umum Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Merangin, Dr Joni Musa dan Amrizal Ahmad.
Berikut 9 poin imbauan MUI Kabupaten Merangin tentang pelaksanaan ibadah bulan Ramadan tahun 1444 H atau 2023 M untuk wilayah Kabupaten Merangin:
1. Dihimbau kepada seluruh umat Islam di Kabupaten Merangin untuk melaksanakan ibadah puasa, beserta seluruh amal ibadah pada siang hari serta menghidupkan malam-malam Ramadan dengan melaksanakan shalat tarawih, witir, tadarus al-Qur’ân, shalat tahajud, memperbanyak zikir, dan berdoa kepada Allah untuk keselamatan bangsa dan negara.
2. Dihimbau kepada pemerintah Kabupaten Merangin untuk menutup tempat-tempat maksiat dan menertibkan lokasi yang berpotensi menjadi tempat-tempat maksiat seperti perjudian, hiburan malam dan sebagainya demi untuk memuliakan bulan Ramadhan.
3. Dihimbau kepada seluruh umat Islam di Kabupaten Merangin untuk memperbanyak sedekah, infak, serta menyegerakan membayar zakat mall (harta) dan zakat fitrah di awal Ramadhan melaui UPZ setempat atau langsung ke BAZNAS Kabupaten Merangin untuk membantu meringankan beban kaum Muslimin, khususnya di Kabupaten Merangin
4. Para mubaligh/penceramah agama dalam penyampaian dakwahnya agar menjaga ukhuwuah islamiyah, ukhuwuah wathaniyah, dan ukhuwwah bashariyah serta tidak mempertentangkan masalah khilafiyah yang dapat mengganggu persatuan umat. Para mubaligh/penceramah agama diharapkan berperan memperkuat nilai-nilai keimanan, ketakwaan, akhlaqul karimah, kemaslahatan umat, dan nilai-nilai kebangsaan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia melalui bahasa dakwah yang tepat dan bijak sesuai tuntunan Al-Quran dan As-sunnah.
5. Dihimbau kepada masyarakat dan umat Islam yang mendapatkan rukhshah boleh tidak berpuasa, tidak makan dan minum di tempat terbuka guna menghormati kesucian bulan suci Ramadhan, dan menghargai saudara-saudaranya sesama Muslim dalam menjalankan Ibadah puasa Ramadhan.
6. Dihimbau kepada masyarakat Kabupaten Merangin tidak membakar petasan dibulan suci Ramadhan pada saat Umat Islam sedang melaksanakan Ibadah sholat tarawih, tadarus Al-Quran dan Ibadah-ibadah lainnya.
7. Dihimbau kepada seluruh umat Islam di Kabupaten Merangin untuk meninggalkan perbuatan maksiat sekecil apapun serta memperbanyak istighfar dan bertaubat memohon ampunan Allah SWT.
8. Untuk terciptanya rasa saling menghargai dan menghormati antar sesama, dihimbau kepada seluruh masyarakat yang tidak berpuasa untuk memuliakan bulan Ramdhan agar tidak bebas mengkonsumsi makanan/minuman di tempat umum
9. Kepada MUI Kecamatan agar menerbitkan Himbauan yang sama, dengan tetap melihat dan menyesuaikan dengan kondisi wilayah masing-masing.
(rky)






