Cerita Mencekam Mahasiswa Jambi di Tengah Perang Sudan: Bersyukur Bisa Pulang ke Jambi

Jambi, Nasional402 Dilihat

Pariwarajambi.com – Mahasiswa Jambi yang mengenyam pendidikan di Sudan berhasil dievakuasi dan kembali ke tanah air Indonesia. Mereka harus pulang ke kampung halaman karena konflik perang yang terjadi di negara tersebut.

Belasan diantaranya sudah tiba di Jambi. Kedatangan belasan mahasiswa di Bandara Sultan Thaha Jambi sekira pukul 10.35 WIB, Selasa (02/05/2023), disambut langsung Gubernur dan Wakil Gubernur Jambi, Al Haris dan Abdullah Sani.

Baca juga: Evakuasi Perang Sudan: Berikut Nama Mahasiswa Sudah Tiba di Jambi

Ahmad Tsarwat mahasiswa asal Kota Jambi mengaku sangat bersyukur bisa kembali Jambi. Mewakili teman-temannya Ahmad Tsarwat mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Indonesia dan pemerintah provinsi Jambi.

“Kita semua selamat semua, terima kasih kepada pemerintah Indonesia dan juga pemerintah provinsi Jambi sehingga kami bisa pulang ke Indonesia dan tiba di Jambi semua,” kata Ahmad Tsarwat ketika dibincangi di Bandara Sultan Thaha Jambi.

Baca juga: Mahasiswa Jambi dari Sudan Tiba di Jambi, Disambut Gubernur Al Haris dan Abdul Sani

Ahmad Tsarwat menceritakan kondisi Kota Khartoum, tempat ia berdomisili dan mengenyam ilmu di Sudan. Kondisi kota Khartoum dikatakanya sangat mencekam, sebelum dievakuasi dirinya sangat merasa cemas karena berada di tengah perang saudara yang melanda negara tersebut.

Baku tembak militer sama paramiliter dikatakan Ahmad Tsarwat terjadi diatas pemukimannya dan para mahasiswa lainnya.

Baca juga: Evakuasi Perang Sudan, Gubernur Al Haris Fasilitasi Warga Jambi Pulang Kampung Halaman

“Keadaan disana cukup mencekam, terjadi baku tembak militer sama paramiliter diatas pemukiman kami para mahasiswa,” kisahnya.

“Beruntung pemerintah Indonesia cepat melakukan evaluasi, kami mahasiswa Jambi Sudan berterima kasih banyak kepada pemerintah Indonesia dan Pemprov Jambi. Kemudian juga dengan relawan mahasiswa Indonesia di Sudan yang cepat memproses sehingga dua tiga hari Kami bisa dievakuasi,” tambahnya.

Dirinya berharap perang di Sudan cepat berakhir, selain terkait studinya Ahmad Tsarwat juga mengajak warga Jambi mendoakan warga Sudan agar selamat dari konflik perang.

“Sebagian besar dari kami ada yang tinggal mengambil sertifikat ijazah, ada yang tinggal satu semester lagi, ada dua orang yang baru masuk. Harapannya kami dapat kembali melanjutkan studi, dan Sudan secatnya membaik. Mohon doanya kita dari masyarakat Jambi untuk masyarakat Sudan, karena ada yang sulit dievakuasi karena faktor ekonomi, sementara ada juga yang melakukan evaluasi mandiri. Kini daerah Khartoum mulai sepi oleh warga,” sebutnya.

Kepulangan mahasiswa Jambi yang kuliah di Sudan dari Jakarta ke Jambi difasilitasi Gubernur Jambi. Bahkan bagi yang tidak dijemput keluarga di Bandara, difasilitasi kepulangannya hingga kampung halaman.

Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi Jambi, Edy Kusmiran mengatakan setibanya di Jambi sebanyak 15 orang di jemput pihak keluarganya di bandara. “Sementara 4 orang difasilitasi gubernur kembali ke daerahnya, ada yang ke Merangin dan ke Tebo,” sebutnya.

“Selain itu ada juga satu orang warga Jambi hari ini dari Jeddah tiba di Jakarta. Dan besok kembali ke Jambi via bandara Lubuk Linggau, itu warga Sarolangun dan dekat dari bandara Lubuk Linggau dan Gubernur sudah minta Bupati Sarolangun untuk menjemputnya di bandara,” tambah Edy Kusmiran lagi.(rky)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *