KJRI Johor Bahru Imbau WNI Tidak Jadi Tenaga Kerja Ilegal

Nasional312 Dilihat

Pariwarajambi.com – Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru Imbau agar warga Indonesia yang hendak bekerja di Malaysia atau luar negeri tidak masuk kerja secara ilegal.

Hal ini disampaikan Kepala KJRI Johor Bahru, Sigit S Widiyanto saat audiensi dengan pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Jambi di Kantor KJRI Johor Bahru, Minggu (03/09/2023).

Baca juga: SMSI Provinsi Jambi Berkunjung ke KJRI Johor Bahru Malaysia

Sigit S Widiyanto menyebutkan 2022 lalu tercatat 626.837 WNI yang masuk ke wilayah kerja KJRI Johor Bahru dari 13 titik masuk dari Indonesia. Dimana, sebanyak 414.320 keluar dari wilayah kerja KJRI Johor Bahru. Berdasarkan jumlah tersebut, terdapat 212.517 WNI yang tidak tercatat keluar dari wilayah kerja KJRI Johor Bahru.

Sigit mengimbau agar WNI tidak bekerja secara ilegal di negara manapun, hal itu disebut Sigit dapat berdampak buruk terhadap yang bersangkutan karena karja secara ilegal.

“Jangan bekerja secara ilegal di negara manapun, itu hak kerjanya hilang, pemberi kerja bisa semena-mena, tinggal ilegal di sebuah negara lain itu salah, walau kerja baik, tapi itu semua jadi salah. Jadi harus punya inzin kerja dan otomatis juga dapat izin tinggal,” kata Sigit.

Sigit juga mengingatkan jika ada yang ingin menjadi tenaga kerja di luar negeri untuk menghindari calo penyalur TKI. “Itu ciri-ciri calo minta bayaran di depan. Selain itu juga jangan mudah tergiur iming-iming, biasanya iming-iming gaji besar,”

Bagi WNI yang berada di wilayah kerja KJRI Johor Bahru jika ingin mendapatkan perlindungan dan pelayanan dapat menghubungi nomor hot line: +60105288040. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *