Sekilas Tentang PLTA Kerinci, Investasi Rp 13 Triliun, Kapasitas 350 Megawatt, Serap 2.000 Pekerja

Jambi, Nasional1129 Dilihat

Pariwarajambi.com – Perusahaan Listrik Tenaga Air Kerinci Merangin Hidro (PLTA KMH) merupakan salah satu investasi besar di wilayah Provinsi Jambi yang saat ini dalam tahap pembangunan.

PLTA KMH ini berlokasikan di Kecamatan Batang Merangin, Kabupaten Kerinci. PLTA KMH ini diproyeksikan mengaliri listrik untuk wilayah Sumatera.

Baca juga: Al Haris Dampingi Jusuf Kalla Tinjau Proyek PLTA Kerinci Merangin Hidro

Pembangkit listrik ini nilai investasinya sebesar Rp 13 Triliun dan akan menghasilkan listrik sebesar 350 megawatt (MW).

Saat ini, PLTA yang awal kontruksinya 2019 ini masih dalam tahap pembangunan dan diperkirakan selesai tahun 2024 dan ditargetkan beroperasi mulai 2025.

Berikut sekilas tentang PLTA KMH

Direktur pelaksana proyek PLTA KMH, Alimuddin Sewang mengatakan PLTA KMH kontruksinya dimulai awal 2019 dan saat ini progres pembangunannya sudah mencapai 67 persen.

“Pekerjaan sipil selesai tahun ini (Akhir 2023), selanjutnya masuk ke fase hidromekanikal elektrikal kita rencanakan unit pertama operasi Januari 2025, dan total unit operasi April 2025,” ungkap Alimuddin Sewang, Rabu (13/09/2023).

Alimuddin Sewang melanjutkan proyek PLTA KMH diproyeksi untuk mensuplai kebutuhan listrik untuk wilayah Sumatera, dan khusus sebagai pembangkit peaker disaat jam-jam puncak listrik banyak digunakan.

“Proyek ini interkoneksi dengan sistem Sumatera, begitu masuk jaring PLN itu jaringan gardu induk terdekat ada di Bangko setelahnya dia konek dengan seluruh Sumatra,” ujarnya.

“Pembangkit ini tugas khusus sebagai pembangkit peaker, maksudnya pembangkit ini diutamakan untuk mensuplai ke PLN pada saat jam-jam puncak kalau di Indonesia diatara jam 5 sampai jam 10 malam setelah itu beban turun lagi dan besok naik lagi,” jelasnya lagi.

Alimuddin Sewang menyebutkan PLTA KMH dipasang dengan empat pembangkit listrik atau turbin penggerak, dimana masing-masing turbin bisa menghasilkan listrik disaat darurat maksimal 110 MW.

“(PLTA KMH) Dipasang dengan turbin 350 Megawatt supaya handal dibangun dengan 4 unit, setiap unit berkapasitas minimal 87,5 Megawatt, setiap unit itu bisa menghasilkan listrik sampai 110 MW pada saat emergency, misalnya disaat salah satu (turbin) mati tiga lainnya tetap bisa mensuplai 350 MG,” terangnya.

Alimuddin Sewang juga mengungkapkan proyek PLTA KMH tersebut nilai investasinya USD 895 juta. Pendanaan konsersium dari semua bank lokal Indonesia.

“Nilai investasinya 895 juta USD, itu kalau di rupiahkan kurang lebih Rp 13 Triliun. Pendanaan konsersium dari semua bank lokal, Bank Mandiri, BNI, BRI, leadernya BNI,” sebutnya.

Alimuddin Sewang menyebutkan PLTA KMH dengan kontrak Build Operate and Transfer (BOT) akan menjadi milik negera dalam hal ini PLN setelah masa kontraknya usai.

“(PLTA KMH) Ini Kontrak BOT (Build Operate and Transfer) jadi kita bangun kita operasikan, setelah selesai masa kontraknya selama 30 tahun diserahkan ke negara dalam hal ini ke PLN. Dihitung dari tanggal operasi komersial,” katanya.

Paling menarik dari mega proyek ini adalah penyerapan tenaga kerja yang cukup banyak dan semuanya tenaga kerja Indonesia, dari jumlah itu 74 persen merupakan pekerja lokal dari wilayah sekitar proyek tersebut.

“Total tenaga kerja itu 2060 an orang dan baurannya 74 persen dari lokal sini, sisanya kita datang skilled worker, tenaga berpengalaman, tenaga terampil, itu didatangkan juga dari Indonesia, itu hampir dari Sabang sampai Merauke ada, WNI semua. Asingnya ada tapi cuma konsultan disainer dari Norwegia, itu memang perusahaan bergerak di bidang konsultan,” ungkapnya.

Kunjungan Jusuf Kalla didampingi Gubernur Jambi Al Haris ke PLTA KMH. Foto: Riky Serampas/Pariwarajambi
Kunjungan Jusuf Kalla didampingi Gubernur Jambi Al Haris ke PLTA KMH. Foto: Riky Serampas/Pariwarajambi

Proyek pembangunan PLTA KMH ini mendapat kunjungan dari Jusuf Kalla. Mantan Wakil Presiden RI itu berkunjung ke PLTA KMH didampingi Gubernur Jambi Al Haris dan Bupati Kerinci Adi Rozal, Rabu (13/09/2023).

JK meninjau sejumlah item pekerjaan mulai dari pembangunan bendungan hingga lokasi pembangkit listrik atau turbin.(rky)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *