Pariwarajambi.com – Hingga saat ini, kebakaran hutan dan lahan di PT ABT masih belum dapat di atasi oleh Satuan Tugas Karhutla Kabupaten Tebo. Setelah itu, evaluasi akan di lakukan. Dalam waktu dekat, evaluasi akan di lakukan langsung oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
Sebagaimana di umumkan oleh Penjabat (PJ) Bupati Tebo H. Aspan, evaluasi akan memeriksa bukan hanya kebakaran hutan dan lahan di PT ABT, tetapi juga bagaimana masyarakat menguasai lahan.
“Evaluasi tentu akan dilakukan bersama Pemda provinsi Jumat nanti akan menerima tim dari KLHK, soal kebakaran dan pemilik lahan lebih 5 hektare,” kata H Aspan, Rabu (20/09/2023).
H Aspan menyatakan bahwa Pemda sangat serius dalam menangani Karhutla ini. Pemda juga mengalokasikan tenaga kerja untuk penanganan.
“Dari Pemda sudah support tenaga finansial, peralatan Damkar, BPBD,” ungkapnya. Pendanaan kita Lokasi. Di APBD-P dianggarkan Rp.900 juta ini untuk biaya makan minum BBM dan operasional,” ungkapnya.
Menurut Kalak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Nafri Junaidi, Kepala Pelaksana, Karhutla di Konsesi PT Alam Bukit Tigapuluh (ABT) masih berjuang untuk menghentikan kebakaran.
Menurut Nafri, ada ratusan hektare tanah yang terbakar di Konsesi PT ABT saat ini. Selain itu, operasi pemadaman terus berlangsung. Setelah itu, posko Desa Pemayungan tetap aktif.(*)






