Gubernur Jambi Al Haris Ingin Persoalan Batubara Tuntas Permanen

Jambi809 Dilihat

 

Meski diterpa berbagai kontra terkait kebijakan itu, namun Al Haris masih tetap dengan keputusannya. Hal itu mendapatkan berbagai apresiasi dari banyak masyarakat.

Seperti diungkapkan Rektor UIN STS Jambi Asad Isma. Dia mengapresiasi sikap tegas Gubernur Jambi Al Haris yang menyetop operasional truk muatan batubara di jalan umum dalam Provinsi Jambi.

Alasan Asad Isma, daya saing daerah di Provinsi Jambi sekarang menurun akibat jalur transportasi didominasi angkutan batubara. Angkutan barang-barang untuk komoditas lainnya menjadi terhambat, mereka susah lewat di jalan nasional ke Kota Jambi. Sehingga biaya produksi barang-barang komoditas lainnya tersebut menjadi terpengaruh.

“Belum lagi akses transportasi masyarakat secara umum sangat terganggu, terjadi kemacetan di mana-mana. Sampai-sampai ambulance pun susah lewat. Belum lagi kasus kecelakaan cukup tinggi,” terang Rektor UIN STS Jambi Asad Isma, kepada media, Selasa (23/1/2024).

Sementara terkait nasib para sopir truk batubara, Bang Asad meminta kepada pemerintah segera merealisasikan kebijakan khusus untuk mencari solusi terhadap sopir dan keluarganya, yang terdampak secara ekonomi karena mereka saat ini tidak bisa lagi bekerja.

“Sementara kebutuhan cicilan kredit mobil menghantui mereka setiap bulan, kebutuhan rumah tangganya terdampak, dan juga persiapan mereka menghadapi momen lebaran Idul Fitri sebentar lagi. Kita tidak memungkiri dulunya saat operasional pengangkutan truk batubara ini beroperasi, banyak yang tidak menganggur akhirnya bekerja menjadi sopir. Usaha rumah makan, perbengkelan, dan parkir kendaraan tumbuh dimana-mana. Tapi sayangnya, memang kegiatan itu juga terdampak terhadap aktivitas lain dan terasa mengganggu aktivitas lainnya itu,” bebernya.

Ia meminta komitmen dan tanggung jawab dari pemilik dan pemodal tambang terhadap sopir-sopir batubara, dan juga komitmen mereka dalam mengejar target penyelesaian jalur khusus batubara.

“Pengusaha tambang batubara jangan lepas tangan. Harus aktif berperan serta menyelesaikan masalah ini. Selesaikan jalur khusus batubara dan carikan solusi yang bijak terhadap sopir-sopir yang sekarang ini belum bisa bekerja. Jangan semuanya dibebankan kepada pemerintah daerah, dan pengusaha seolah-olah lepas tangan,” jelas Bang Asad, lagi.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *