Terkait Banjir di Sekitar JBC, Manajemen: Kolam Retensi Sudah Dibangun

Berita, Jambi224 Dilihat

Jambi – Sejumlah wilayah di Kota Jambi kembali mengalami banjir akibat hujan deras yang mengguyur sejak Minggu (30/3/2025) hingga Senin (31/3/2025) pagi.

Salah satu kawasan yang terdampak cukup parah adalah Jambi Business Center (JBC), yang mengalami luapan air karena tingginya debit hujan.

JBC sebenarnya telah memiliki kolam retensi berkapasitas 3.600 m³ untuk menampung air hujan agar tidak meluap ke pemukiman warga sekitar.

Namun, dalam kejadian ini, kolam retensi tersebut overkapasitas akibat menampung limpahan air dari Jamtos, Mayang, Tugu Juang, dan Sungaikambang.

Selain tingginya debit air, kondisi saluran drainase di pemukiman sekitar JBC yang belum tertata dengan baik serta penyumbatan akibat sampah rumah tangga memperparah kondisi banjir.

Saat ini, pihak JBC sedang melakukan revisi desain pintu air kolam retensi untuk meningkatkan efektivitas pengendalian arus air.

Langkah ini bertujuan memisahkan drainase kota dan drainase JBC, sesuai hasil rapat pembahasan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).

Berdasarkan kesepakatan dalam rapat tersebut, air dari drainase kota tidak boleh dibendung, sehingga posisi pintu air akan diubah untuk mengurangi risiko banjir di kawasan sekitar.

Namun, pembangunan ini baru akan dilakukan setelah pengesahan adendum dokumen AMDAL.

Manajemen JBC telah melakukan sosialisasi kepada warga sekitar mengenai perubahan desain pintu air ini.
Sosialisasi tersebut melibatkan perwakilan warga yang ikut serta dalam pembahasan AMDAL.

“Sehingga informasi terkait perubahan desain pintu air telah disampaikan secara langsung,” ujar manajemen JBC.

JBC menegaskan komitmennya dalam menangani masalah banjir di kawasan mereka dengan sebaik-baiknya.

Mereka juga berjanji akan terus bekerja sama dengan pihak terkait guna mencari solusi yang berkelanjutan untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *