Jambi – Ketua TP-PKK Provinsi Jambi, Hj. Hesnidar Haris (Hesti Haris), memimpin Rapat Konsultasi TP-PKK Provinsi Jambi bersama TP-PKK kecamatan se-Provinsi Jambi, diikuti 117 dari 144 kecamatan. Ia mengajak seluruh kader untuk menggerakkan kebaikan dari tingkat kecamatan dengan program yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.
Dalam arahannya, Hesti Haris menekankan pentingnya menjalankan hasil Rakernas PKK dan memastikan program nasional, provinsi, serta kabupaten/kota terlaksana secara berjenjang. PKK kecamatan tetap diberi ruang menentukan prioritas sesuai kebutuhan lokal, sambil tetap menjalankan administrasi yang tertib.
Dia juga mengingatkan kembali gerakan 30 menit membaca Al-Qur’an yang sudah dijalankan dua tahun terakhir. Menurutnya, masih banyak masyarakat yang membutuhkan pendampingan, sehingga PKK harus menjadi motor penggerak. Metode pembelajaran bersama ustaz Ahmad Farid Hasan kini sudah disederhanakan, lengkap dengan buku pedoman terbaru untuk memudahkan kader mengajar.
TP-PKK Provinsi Jambi juga tengah memproduksi film dokumenter sebagai sarana sosialisasi gerakan membaca Al-Qur’an ke seluruh kabupaten/kota.
Menjelang HUT Provinsi Jambi ke-69 Tahun 2026, Hj. Hesti Haris mengajak kader menghidupkan kembali budaya Melayu melalui tradisi pantun. Januari 2026 ditetapkan sebagai Bulan Berpantun, dan setiap kecamatan diminta mengirimkan pantun ke Instagram TP-PKK Provinsi Jambi. Pantun terbaik akan diberi apresiasi.
Dalam kesempatan itu, ia turut membagikan langkah mudah membuat pantun, mulai dari memahami tema acara, mengenali audiens, menentukan momen pembacaan, hingga menyesuaikan maksud pantun. Ia menegaskan bahwa kreativitas dan ketepatan irama adalah kunci utama pantun yang menarik.
Hesti Haris memaparkan lima langkah dasar yang mudah dipraktikkan kader PKK saat membuat pantun untuk acara resmi:
1. Pahami tema acara yang sedang berlangsung
2. Kenali audiens apakah tamu adat, tokoh masyarakat, anak muda, atau peserta umum
3. Tentukan momen kapan pantun akan dibacakan, apakah di awal, tengah, atau akhir acara
4. Pastikan maksud pantun, seperti memperkenalkan diri, memberi pujian, membuka acara, atau menyampaikan terima kasih
5. (Langkah kelima pada bahan materi tertutup ilustrasi), namun Hj. Hesti Haris menegaskan bahwa kreativitas dan ketepatan irama tetap menjadi kunci utama pantun yang menarik.(*)












