Sumatera – Pemerintah terus memperkuat dukungan kepada PT Hutama Karya (Persero) dalam mempercepat penyelesaian Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS). Proyek strategis nasional ini diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antardaerah, memperlancar distribusi logistik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di berbagai wilayah Sumatra.
Hutama Karya menegaskan komitmennya untuk menuntaskan pembangunan sejumlah ruas tol prioritas. Selain mempercepat konstruksi, perusahaan juga berperan aktif dalam mendukung penanganan kondisi darurat dan pemulihan wilayah terdampak bencana.
Plt Executive Vice President Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani, mengatakan bahwa keberhasilan pembangunan JTTS membutuhkan sinergi kuat dari berbagai pihak. Menurutnya, kehadiran jalan tol tidak hanya mempersingkat waktu tempuh, tetapi juga membantu mobilitas masyarakat dan distribusi bantuan saat kondisi darurat.
“Pembangunan JTTS terus kami dorong agar manfaatnya semakin luas, mulai dari efisiensi perjalanan hingga dukungan dalam masa pemulihan pascabencana,” ujarnya.
Salah satu proyek yang tengah dikebut adalah Jalan Tol Sigli–Banda Aceh sepanjang 74,2 km. Hingga kini, progres pembebasan lahannya telah mencapai sekitar 94 persen, sementara konstruksi fisiknya hampir rampung. Dari enam seksi yang direncanakan, sebagian besar sudah beroperasi, dan sisanya ditargetkan selesai pada kuartal II 2026.
Ruas ini juga dimanfaatkan secara fungsional untuk membantu mobilitas masyarakat serta distribusi logistik saat penanganan bencana hidrometeorologi di Aceh. Selain itu, Hutama Karya turut membangun hunian sementara bagi warga terdampak di beberapa wilayah, sebagai bagian dari upaya pemulihan.
Dukungan terhadap proyek ini juga datang dari Komisi V DPR RI yang melakukan peninjauan langsung ke lapangan. Kunjungan tersebut bertujuan memastikan progres pembangunan berjalan sesuai target serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Tak hanya di Aceh, percepatan pembangunan JTTS juga dilakukan di wilayah Jambi melalui ruas Betung–Tempino–Jambi sepanjang 170,7 km. Beberapa segmen telah beroperasi dan masih digratiskan untuk pengguna jalan, sementara sisanya masih dalam tahap konstruksi.
Sebagai lanjutan, Hutama Karya juga menyiapkan pembangunan ruas Jambi–Rengat sepanjang 198,13 km. Ruas ini dinilai penting untuk memperkuat konektivitas antara Provinsi Jambi dan Riau, sekaligus mendukung kawasan ekonomi produktif di Sumatra bagian tengah.
Komisi VI DPR RI turut memberikan dukungan melalui kunjungan kerja ke Jambi. Selain menjalankan fungsi pengawasan, kunjungan ini juga mendorong sinergi antara pemerintah, BUMN, dan pemangku kepentingan lainnya agar proyek dapat selesai tepat waktu.
Hamdani menegaskan, dukungan pemerintah dan DPR RI menjadi faktor penting dalam percepatan pembangunan JTTS. Hutama Karya pun berkomitmen menghadirkan infrastruktur yang andal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Dengan kolaborasi yang kuat, kami optimistis JTTS dapat segera tuntas dan menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi di Sumatra,” tutupnya.(*)






