ISMI Jambi 2026-2030 Resmi Dilantik, Al Haris Harap Jadi Kekuatan Baru Pembangunan Daerah

Berita, Jambi34 Dilihat

Jambi – Pengurus Wilayah Ikatan Sarjana Melayu Indonesia atau ISMI Provinsi Jambi periode 2026-2030 resmi dilantik. Pelantikan berlangsung di Auditorium Rumah Dinas Gubernur Jambi, Jumat (19/6/2026) malam.

Pelantikan pengurus ISMI Provinsi Jambi ini dipimpin langsung oleh Ketua Umum Pengurus Besar ISMI, Nizhamul yang bergelar Datuk Seri Kesuma Setia Negeri.

Dalam kepengurusan tersebut, Hj Ernawati, S.Ag., M.Pd resmi dipercaya sebagai Ketua Wilayah ISMI Provinsi Jambi.

Pelantikan dihadiri Gubernur Jambi Al Haris, anggota DPR RI Hasan Basri Agus atau HBA, Ketua Dewan Penasehat PB ISMI Tengku Erry Nuradi, Wali Kota Jambi Maulana, tokoh masyarakat, serta jajaran pengurus ISMI Jambi yang dilantik.

Gubernur Jambi Al Haris menyambut baik hadirnya kepengurusan ISMI Provinsi Jambi. Ia menilai ISMI merupakan wadah besar yang berisi para sarjana Melayu dengan berbagai latar belakang pengalaman.

Menurut Al Haris, para pengurus ISMI memiliki potensi besar untuk ikut membantu pembangunan daerah. Sebab, di dalam organisasi tersebut terdapat tokoh-tokoh yang berpengalaman di birokrasi, organisasi masyarakat, dunia pendidikan, hingga politik.

“ISMI ini punya wadah luar biasa. Di dalamnya berkumpul para sarjana yang sudah punya pengalaman. Tinggal bagaimana mereka merumuskan sesuatu yang bermanfaat bagi umat dan membantu pemerintah,” kata Al Haris.

Al Haris berharap program ISMI ke depan dapat terintegrasi dengan program pemerintah. Dengan begitu, keberadaan ISMI tidak hanya menjadi organisasi seremonial, tetapi benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Ia juga menegaskan bahwa ISMI memiliki modal sosial yang kuat. Para pengurusnya merupakan putra-putri daerah yang diyakini memiliki komitmen untuk membangun Jambi.

“Mereka ini putra-putri daerah yang lahir di daerah ini. Pasti punya komitmen kuat untuk membangun daerah. Pemerintah tentu mendukung dan mendorong agar ISMI punya peran membantu pemerintah,” ujarnya.

Al Haris juga berpesan agar seluruh pengurus ISMI Provinsi Jambi tetap solid dan menjaga persatuan. Menurutnya, kekuatan organisasi akan lahir dari kekompakan dan komitmen bersama.

Ia menyebut ISMI sebagai rumah besar bagi para sarjana Melayu. Karena itu, pengurus yang baru dilantik diharapkan mampu menjadikan organisasi tersebut sebagai wadah pengabdian.

“Fondasi kita adalah Melayu, Islam Melayu. Saya berharap yang telah dilantik ini menjadikan ISMI sebagai wadah untuk beramal saleh dan berbuat yang terbaik bagi Jambi,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Al Haris juga mengapresiasi sejumlah rencana program ISMI Jambi. Salah satunya rencana mendukung program bedah rumah dan membantu anak-anak Jambi yang membutuhkan beasiswa.

Menurut Al Haris, masih banyak masyarakat yang membutuhkan bantuan, terutama anak-anak dari keluarga kurang mampu yang ingin melanjutkan pendidikan.

“Masih banyak anak Jambi yang butuh beasiswa miskin. Setiap seleksi penerimaan mahasiswa miskin, banyak yang tidak bisa ditampung karena jumlahnya banyak,” ungkapnya.

Ia berharap ISMI dapat mengambil peran dalam persoalan tersebut. Namun, Al Haris juga mengingatkan bahwa tanggung jawab membangun daerah tidak hanya berada di pundak ketua, melainkan seluruh pengurus.

“Jangan hanya beliau saja yang diandalkan. Ini rumah besar kita. Semua harus ikut berperan sesuai kemampuan masing-masing,” ujarnya.

Di akhir sambutannya, Al Haris mengajak seluruh pengurus ISMI untuk bekerja dengan ikhlas dan istikamah. Ia berharap ISMI Provinsi Jambi dapat menjadi bagian penting dalam mewujudkan kemajuan daerah.

Sementara itu, Ketua ISMI Provinsi Jambi Hj Ernawati menyampaikan ada empat hal yang menjadi landasan perjuangan ISMI Provinsi Jambi ke depan. Pertama, ISMI akan terus meneguhkan falsafah Melayu, yakni “Adat bersendikan syarak, syarak bersendikan kitabullah”.

Menurut Ernawati, falsafah tersebut bukan sekadar warisan kata-kata dari leluhur. Lebih dari itu, falsafah Melayu merupakan pedoman hidup yang mengajarkan keseimbangan antara ilmu, iman, akhlak, dan kehidupan bermasyarakat.

“ISMI ingin menghadirkan generasi Melayu yang berilmu, berkarakter, beradat, dan mampu bersaing secara global,” katanya.

Kedua, ISMI Provinsi Jambi berkomitmen menghidupkan kembali budaya dan adat Melayu secara utuh serta berkelanjutan. Ernawati tidak ingin budaya Melayu hanya hadir dalam acara seremonial, pakaian adat, atau simbol kebanggaan semata.

Ia berharap nilai-nilai Melayu dapat tumbuh dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari pendidikan, keluarga, pergaulan masyarakat, musyawarah, hingga cara menghormati sesama.

“ISMI akan berperan dalam mengenalkan, mendokumentasikan, mendigitalisasi, dan mengembangkan nilai-nilai adat Melayu kepada seluruh generasi,” ujarnya.

Ketiga, ISMI ingin menjadikan budaya Melayu Jambi dan Melayu Nusantara sebagai kebanggaan yang mendunia. Ernawati mengajak masyarakat untuk menanamkan semangat bangga menjadi anak Melayu, namun kebanggaan itu harus diwujudkan melalui karya dan prestasi.

Ia menyebut batik Jambi, produk UMKM Melayu, serta seni budaya Melayu harus semakin dikenal luas. Bahkan, menurutnya, budaya Melayu memiliki potensi besar untuk menjadi kekuatan ekonomi dan identitas bangsa di tingkat dunia. “Budaya bukan hanya warisan masa lalu, tetapi juga kekuatan masa depan,” katanya.

Keempat, ISMI Provinsi Jambi akan memperkuat semangat gotong royong dan kepedulian sosial. Ernawati menyebut, ISMI telah mulai menghadirkan nilai tersebut melalui sejumlah kegiatan sosial.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *