Menbud Fadli Zon Didampingi Gubernur Al Haris Resmikan Museum Sriwijaya Dharmakirti Muaro Jambi

Berita, Jambi3 Dilihat

Jambi – Sejarah besar kembali ditorehkan dari Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah. Museum Sriwijaya Dharmakirti di Kawasan Cagar Budaya Nasional Candi Muaro Jambi resmi dibuka Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon, Jumat (31/7/2026).

Peresmian museum megah itu bukan sekadar membuka bangunan baru. Lebih dari itu, museum ini menjadi simbol bangkitnya kembali kejayaan Muaro Jambi sebagai pusat peradaban, pendidikan, dan kebudayaan dunia yang pernah berjaya ratusan tahun silam.

Acara peresmian dihadiri Gubernur Jambi Al Haris, Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno H. Siregar, Kajati Jambi Sugeng Hariadi, Danrem 042/Garuda Putih Brigjen TNI Nyamin, Bupati Muaro Jambi Bambang Bayu Suseno, Kepala OJK Jambi, serta sejumlah tokoh dan tamu undangan.

Dalam sambutannya, Fadli Zon mengungkapkan bahwa Muaro Jambi bukan situs sejarah biasa. Kawasan seluas sekitar 4.000 hektare itu menyimpan lebih dari 100 struktur candi dan menjadi salah satu pusat pembelajaran terbesar di dunia pada abad ke-6 hingga abad ke-13.

Menurutnya, jauh sebelum dunia mengenal program pertukaran pelajar, para cendekiawan dari berbagai negara sudah datang ke Muaro Jambi untuk menimba ilmu.

“Tokoh besar seperti I Tsing dari Tiongkok dan Atisha Dipamkara pernah belajar di Muaro Jambi. Ini membuktikan bahwa kawasan ini pernah menjadi pusat ilmu pengetahuan dunia,” kata Fadli Zon.

Ia menegaskan, museum yang baru diresmikan itu dirancang dengan konsep modern. Pengunjung tidak hanya melihat koleksi benda bersejarah, tetapi juga diajak menyelami perjalanan peradaban Sriwijaya melalui teknologi imersif, ruang etnografi, bioskop mini, perpustakaan, hingga teater edukasi.

“Kami ingin museum ini hidup. Bukan hanya tempat menyimpan artefak, tetapi menjadi pusat budaya, pusat edukasi, pusat penelitian, bahkan ruang lahirnya festival-festival budaya bertaraf internasional,” ujarnya.

Fadli Zon juga memastikan pemerintah terus memperjuangkan Candi Muaro Jambi agar resmi masuk dalam daftar Warisan Dunia UNESCO. Menurutnya, dokumen pengusulan terus diperkuat karena situs ini memiliki nilai sejarah yang luar biasa bagi dunia.

Di sisi lain, Gubernur Jambi Al Haris menyebut kehadiran Museum Sriwijaya Dharmakirti sebagai hadiah bersejarah bagi masyarakat Jambi.

Menurut Al Haris, selama puluhan tahun masyarakat hanya mengenal kompleks Candi Muaro Jambi. Kini, sejarah besar yang tersimpan di balik kawasan tersebut akhirnya dapat dipelajari secara utuh melalui museum.

“Ini bukan sekadar museum. Ini wajah sejarah Jambi yang selama ini belum sepenuhnya terbuka. Generasi muda kini bisa melihat bagaimana Muaro Jambi pernah menjadi pusat peradaban dunia,” ujarnya.

Al Haris juga meminta dukungan Kementerian Kebudayaan agar Universitas Jambi memiliki Fakultas Kebudayaan. Ia menilai keberadaan fakultas tersebut akan melahirkan lebih banyak peneliti yang mengkaji sejarah Muaro Jambi.

Tak hanya itu, Al Haris kembali mendorong peningkatan status Bandara Sultan Thaha menjadi bandara internasional. Menurutnya, langkah tersebut akan memudahkan wisatawan, peneliti, dan para bhikkhu dari Thailand, India, Tiongkok, hingga negara-negara lain yang rutin berkunjung ke Candi Muaro Jambi.

Menutup sambutannya, Al Haris berharap perjuangan menjadikan Muaro Jambi sebagai Warisan Dunia UNESCO segera terwujud.

“Jika UNESCO menetapkan Muaro Jambi sebagai Warisan Dunia, maka nama Jambi akan semakin dikenal dunia. Ini bukan hanya kebanggaan daerah, tetapi juga kebanggaan Indonesia,” tegasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *