Festival Batanghari 2026 Resmi Dibuka, Al Haris Gaungkan Kembali Jalur Rempah Jambi

Berita, Jambi4 Dilihat

Jambi – Festival Batanghari 2026 resmi dibuka dengan meriah di Arena Eks MTQ, Taman Mini Melayu Jambi, Jumat (14/8/2026) malam. Festival ini menjadi momentum untuk menghidupkan kembali sejarah Sungai Batanghari sebagai jalur perdagangan rempah sekaligus mengangkat potensi besar Jambi.

Mengusung tema “Jejak Jalur Perdagangan Rempah di Sungai Batanghari”, Festival Batanghari 2026 menghadirkan pesan kuat tentang pentingnya menjaga sejarah, kekayaan alam, dan lingkungan Sungai Batanghari.

Gubernur Jambi Al Haris mengatakan, Pemerintah Provinsi Jambi terus menggaungkan kembali jalur rempah sebagai bagian dari upaya mengenalkan sejarah dan potensi daerah kepada masyarakat luas.

“Kita masih mengkampanyekan jalur rempah kita, karena Jambi kaya dengan sumber daya alamnya,” kata Al Haris.

Menurutnya, kekayaan alam Jambi harus dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Salah satunya melalui pemanfaatan lahan untuk mendukung ketahanan pangan.

Al Haris mengajak masyarakat memanfaatkan lahan yang tersedia di sekitar rumah untuk menghasilkan kebutuhan pangan secara mandiri.

“Manfaatkan lahan kita untuk ketahanan pangan kita. Paling tidak inflasi tidak terjadi manakala rumah kita menciptakan makanan dari hasil tersebut,” ujarnya.

Tak hanya soal rempah dan ketahanan pangan, Al Haris juga mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian Sungai Batanghari. Sungai terpanjang di Sumatera itu memiliki peran vital bagi kehidupan masyarakat Jambi, baik sebagai sumber air maupun penopang berbagai aktivitas ekonomi.

“Jaga Sungai Batanghari kita, karena banyak kebutuhan air. Saya menghimbau, mari kita jaga bersama agar Sungai Batanghari bersih tentunya,” tegasnya.

Ia juga meminta masyarakat tidak menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan sampah. Menurutnya, menjaga kebersihan Batanghari merupakan tanggung jawab bersama.

Sebagai langkah penguatan, Pemprov Jambi akan menyiapkan surat edaran yang mengatur larangan membuang sampah ke Sungai Batanghari.

“Kami akan membuat edaran agar tidak ada warga yang membuang sampah ke Sungai Batanghari,” tutup Al Haris.

Festival Batanghari 2026 pun diharapkan tidak sekadar menjadi ajang hiburan dan pelestarian budaya, tetapi juga menjadi pengingat bahwa Sungai Batanghari menyimpan sejarah panjang dan potensi besar yang harus dijaga serta diwariskan kepada generasi berikutnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *