Rabu Berkah Posyandu Jambi, Hesti Haris Ingatkan Warga Waspada Asap dan Hemat Air

Berita, Jambi74 Dilihat

Jambi – Tim Pembina Posyandu Provinsi Jambi bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Provinsi Jambi menggelar kegiatan Rabu Berkah di Sekretariat TP PKK Provinsi Jambi, Rabu (26/8/2026) pagi.

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Jambi Hj. Hesnidar Haris atau Hesti Haris, Kepala Dinas PUTR Provinsi Jambi Muzakkir, jajaran eselon III Dinas PUTR serta sejumlah undangan lainnya.

Dalam arahannya, Hesti Haris mengatakan Rabu Berkah menjadi momentum untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam memberikan pelayanan sekaligus menyampaikan informasi yang berkaitan dengan kebutuhan masyarakat.

Menurut Hesti, peran Posyandu saat ini semakin luas. Posyandu tidak lagi hanya berkaitan dengan pelayanan kesehatan, tetapi telah mencakup enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) pelayanan dasar.

“Kalau dulu kita lihat Posyandu ini hanya kesehatan, sekarang Posyandu sudah enam SPM, enam pelayanan dasar. Di antaranya kesehatan, termasuk perumahan,” ujar Hesti.

Karena itu, keterlibatan Dinas PUTR dinilai penting. Sebab, sektor pekerjaan umum dan perumahan juga berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat.

“Pekerjaan umum bahkan perumahan pun masuk di bidang Posyandu. Jadi dari PUPR hari ini kita bersama-sama membicarakan hal-hal yang menyangkut pelayanan kepada masyarakat,” jelasnya.

Warga Diminta Waspada Kebakaran

Dalam kesempatan tersebut, Hesti juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan menghadapi musim kemarau. Salah satunya dengan tidak membakar sampah sembarangan.

Menurutnya, kondisi lahan yang mulai kering membuat api mudah menyebar, terutama di kawasan perkebunan dan permukiman.

“Bapak-bapak jangan membakar sampah sembarangan. Kita di kebun, di kampung, hati-hati membakar walaupun sedikit, karena itu rawan sekali. Semuanya sudah kering, lahan-lahan sudah kering,” imbaunya.

Selain ancaman kebakaran, Hesti meminta masyarakat bijak menggunakan air. Ia menyebut musim kemarau mulai berdampak terhadap ketersediaan air di sejumlah wilayah.

Bahkan, dirinya menerima informasi mengenai sebagian rumah tangga yang mulai mengalami gangguan aliran air PDAM.

“Bijak menggunakan air. Walaupun di rumah kita lancar, mungkin di ujung atau sektor rumah tangga yang lain sudah tidak mengalir lagi. Karena saya juga banyak menerima informasi dari rumah-rumah yang air PDAM-nya sudah tidak mengalir,” ungkapnya.

Anak-anak Diminta Kurangi Aktivitas di Luar

Hesti juga mengingatkan masyarakat menjaga kesehatan di tengah kondisi udara yang mulai dipengaruhi debu dan asap.

Ia meminta keluarga, terutama yang memiliki balita dan anak-anak, memperbanyak konsumsi air putih serta mengurangi aktivitas di luar rumah jika tidak diperlukan.

“Anak-anak kita banyak minum air bersih, jaga kesehatan. Kalau tidak perlu, apalagi balita, jangan keluar rumah dulu. Ini sudah mulai debu, asap. Mari kita waspada semua untuk menjaga kesehatan,” katanya.

Terkait kemungkinan sekolah diliburkan akibat kondisi kabut asap, Hesti menegaskan kebijakan tersebut harus mengacu pada hasil pemantauan dan petunjuk pihak berwenang.

“Untuk kebijakan tidak sekolah, tentu harus sesuai dengan hasil dan petunjuk dari yang ahlinya. Karena kabut asap ini sudah sangat mengganggu, tentu akan ada instruksinya nanti dan kami tentu saja mengikuti,” ucapnya.

Jika kondisi udara nantinya dinilai sudah membahayakan dan mengharuskan sekolah diliburkan, kata Hesti, kebijakan tersebut harus dilaksanakan.

“Kalau memang kondisinya harus diliburkan, ya diliburkan. Tapi yang sekarang menurut kami harus waspada, jaga anak masing-masing, banyak minum air putih, dan kalau tidak perlu jangan keluar rumah,” pungkasnya.

Melalui Rabu Berkah, Tim Pembina Posyandu Provinsi Jambi terus mendorong kolaborasi lintas sektor. Posyandu diharapkan tidak hanya menjadi pusat pelayanan kesehatan, tetapi juga menjadi wadah pemenuhan berbagai pelayanan dasar dan penyampaian informasi penting bagi masyarakat.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *