Musim Kemarau Panjang, Pemprov Jambi Gelar Salat Istisqa

Berita, Jambi8 Dilihat

Jambi – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi bersama masyarakat menggelar Salat Istisqa untuk memohon turunnya hujan di tengah musim kemarau panjang yang melanda wilayah Jambi.

Salat Istisqa digelar di Lapangan Garuda, kompleks Kantor Gubernur Jambi, Rabu (2/9/2026) pagi. Salat dipimpin Pimpinan Pondok Pesantren Darul Arifin Jambi, Dr KH Zainul Arifin.

Sholat Istisqa’ ini dihadiri langsung Gubernur Jambi Al Haris, Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani, jajaran Forkopimda, pejabat Pemprov Jambi, ASN, alim ulama, serta masyarakat.

Gubernur Jambi Al Haris mengatakan Salat Istisqa digelar sebagai bentuk ikhtiar bersama untuk memohon pertolongan Allah SWT agar hujan segera turun di Jambi.

Menurut Al Haris, kondisi kemarau di Jambi diperkirakan masih akan berlangsung hingga Oktober. Kondisi tersebut membuat masyarakat menghadapi berbagai persoalan, mulai dari kekeringan hingga memburuknya kualitas udara.

“Kalau melihat ramalan BMKG, kita ini sampai Oktober masih kemarau seperti ini,” kata Al Haris.

Gubernur menyebut berbagai upaya telah dilakukan pemerintah untuk mengatasi kondisi tersebut. Salah satunya melalui Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) untuk menghasilkan hujan buatan.

Namun, pelaksanaan TMC menghadapi kendala karena awan yang berpotensi menghasilkan hujan sulit ditemukan. Bahkan, kata Al Haris, tim harus menggunakan pesawat dan helikopter water bombing untuk mendukung penanganan kondisi di lapangan.

“Kalaupun ada hujan kemarin itu hujan buatan, hujan TMC. Itu pun susah ditemukan bintik-bintik hujan. Dapat sedikit-sedikit, itulah hujan kemarin,” ujarnya.

Al Haris berharap hujan yang turun nantinya bukan hanya hasil rekayasa cuaca, tetapi hujan yang diberikan Allah SWT sehingga dapat membasahi bumi Jambi secara merata.

“Kita berharap Allah memberikan hujan yang sesungguhnya. Hujan yang dari langit, izin dari Allah. Sehingga bumi kita ini basah,” katanya.

Dia juga mengungkapkan dampak kemarau dan kualitas udara mulai dirasakan masyarakat. Berdasarkan laporan yang diterimanya, kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Jambi disebut telah mendekati 6.000 kasus.

Selain itu, kualitas udara yang memburuk membuat sejumlah sekolah harus menerapkan pembelajaran dari rumah sebagai langkah untuk melindungi siswa dan guru.

“Udara kita juga sudah sangat tidak sehat, sehingga banyak yang diliburkan sekolah-sekolah di Jambi ini,” ujarnya.

Al Haris mengajak seluruh masyarakat Jambi untuk memperbanyak doa dan memohon dengan khusyuk agar hujan segera turun. Dia berharap hujan dapat menjadi rahmat bagi masyarakat, lingkungan, pertanian dan seluruh makhluk hidup di Jambi.

“Melalui saat ini saya berharap mari kita khusyuk bersama-sama memohon kepada Allah agar Jambi diturunkan rahmat-Nya, yaitu hujan deras nanti di Jambi,” tutup Al Haris.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *