Sekolah Rakyat Anggaran Rp 400 Miliar, Berkapasitas 2.550 Siswa Dibangun di Sarolangun

Berita, Jambi16 Dilihat

Jambi – Sekolah Rakyat berkapasitas 2.550 siswa dengan anggaran sekitar Rp 400 miliar akan mulai dibangun di Kabupaten Sarolangun, pada Desember 2026 ini.

Sekolah Rakyat tersebut dibangun di atas lahan seluas 8,0942 hektare di Kelurahan Aur Gading, Kecamatan Sarolangun. Tahap pertama ditargetkan rampung pada Juni 2027, sehingga siswa diharapkan mulai mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada 30 Juni 2027.

Gubernur Jambi Al Haris bersama Bupati Sarolangun Hurmin meninjau langsung lokasi pembangunan, Senin (12/10/2026) siang. Peninjauan ini dilakukan untuk melihat kesiapan lokasi sekaligus memastikan dukungan pemerintah daerah terhadap proyek tersebut.

Rencananya Sekolah Rakyat tersebut akan menjadi kompleks pendidikan terpadu yang mencakup jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA).

Selain gedung sekolah, kawasan ini dilengkapi asrama siswa, asrama guru, gedung serbaguna, tempat ibadah, klinik, dapur, kantin, pos jaga, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya.

Pembangunan dibagi menjadi dua tahap. Pada tahap pertama, pekerjaan meliputi gedung sekolah, tiga asrama siswa, asrama guru, gedung serbaguna, tempat ibadah, dapur, kantin, lapangan olahraga, jalan kawasan, pagar, dan fasilitas utilitas.

Gubernur Jambi Al Haris mengatakan, Sekolah Rakyat menjadi langkah penting untuk membantu anak-anak dari keluarga rentan memperoleh pendidikan sekaligus perlindungan dan pengasuhan yang lebih baik.

Al Haris menegaskan, proses seleksi siswa harus dilakukan secara cermat agar program tersebut benar-benar menyasar anak-anak yang membutuhkan bantuan.

“Kita harus memastikan anak-anak yang benar-benar membutuhkan bisa masuk ke Sekolah Rakyat,” kata Al Haris saat meninjau lokasi.

Menurutnya, sejumlah anak menghadapi persoalan keluarga, mulai dari keterbatasan ekonomi hingga kurangnya pengasuhan. Keberadaan asrama diharapkan dapat memberikan lingkungan yang lebih aman dan mendukung perkembangan mereka.

“Semakin cepat mereka masuk ke asrama, semakin cepat kita mengurangi hal-hal negatif yang bisa terjadi pada mereka,” ujarnya.

Al Haris juga menyebut persiapan program pendidikan, termasuk proses seleksi guru, telah mulai berjalan. Ia meminta koordinasi dengan kementerian terkait terus dipercepat agar sekolah dapat beroperasi sesuai target.

Gubernur juga meminta pemerintah daerah mengawal pembangunan dan mengantisipasi gangguan terhadap aktivitas masyarakat.

Sementara itu, Bupati Sarolangun Hurmin menyatakan pemerintah daerah siap mendukung pembangunan Sekolah Rakyat, termasuk membantu mengatasi persoalan akses jalan dan keamanan selama pekerjaan berlangsung.

Hurmin meminta Dinas Pekerjaan Umum mengkaji pelebaran jalan menuju lokasi. ‘Bangunannya sangat mewah dan megah, tetapi kalau jalannya kecil, tentu menjadi persoalan. Saya minta jalan masuk ke sini dikaji, kalau bisa dilebarkan,” tegasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *