Perkuat Pengendalian Inflasi, Sekda Sudirman Buka Gerakan Pangan Murah

Berita, Jambi180 Dilihat

Jambi – Pemerintah Provinsi Jambi terus memperkuat upaya pengendalian inflasi melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia 2026. Kegiatan ini secara resmi dibuka Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi, Sudirman, di Halaman Citra Land, Kota Jambi, Rabu (21/10/2026).

Gerakan Pangan Murah tersebut menjadi salah satu langkah pemerintah untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan sekaligus membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

Sekda Sudirman mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk sinergi Pemerintah Provinsi Jambi bersama Bank Indonesia Wilayah Jambi dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di tengah dinamika inflasi daerah.

“Gerakan Pangan Murah merupakan upaya konkret pemerintah untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan. Kami berharap kegiatan ini memberikan dampak nyata bagi masyarakat, terutama dalam mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau serta mendukung pengendalian inflasi di Provinsi Jambi,” ujar Sudirman.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi, inflasi bulanan pada September 2026 tercatat sebesar 0,19 persen, turun dari 0,38 persen pada Agustus 2026. Sementara itu, inflasi tahunan tercatat sebesar 2,97 persen.

Sudirman menjelaskan, kelompok makanan, minuman, dan tembakau masih menjadi penyumbang utama inflasi. Beberapa komoditas yang memengaruhi kenaikan harga di antaranya cabai merah, beras premium, dan daging ayam.

Kenaikan harga cabai merah dipengaruhi tingginya permintaan dan berkurangnya pasokan akibat cuaca ekstrem serta kemarau panjang yang menyebabkan gagal panen. Sementara itu, harga beras premium dipengaruhi peralihan musim panen ke musim tanam, biaya angkut, dan biaya kemasan. Permintaan daging ayam juga meningkat seiring kebutuhan untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Kami mengimbau masyarakat agar memanfaatkan Gerakan Pangan Murah ini secara bijak dengan membeli sesuai kebutuhan rumah tangga. Dengan demikian, manfaat program dapat dirasakan secara merata dan setiap masyarakat memiliki kesempatan memperoleh bahan pokok dengan harga terjangkau,” tegas Sudirman.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jambi, Johansyah, menjelaskan bahwa pelaksanaan Gerakan Pangan Murah merupakan tindak lanjut surat Badan Pangan Nasional terkait kegiatan serentak secara nasional dalam rangka Hari Pangan Sedunia 2026.

“Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jambi dengan Dinas Pertanian Kota Jambi. Pelaksanaannya dilakukan bersama pemerintah kota karena kegiatan GPM ini menyesuaikan wilayah operasional yang tersedia,” kata Johansyah.

Sejumlah distributor terlibat dalam kegiatan tersebut, antara lain Bulog, ID Food, Indogrosir, dan PPI, serta kelompok gabungan kelompok tani (Gapoktan) dan kelompok wanita tani (KWT) binaan Kota Jambi. Beberapa komoditas dijual dengan harga di bawah pasaran, di antaranya minyak goreng Rp15.500 per kilogram dan beras SPHP Rp58.000 per kemasan lima kilogram.

Johansyah menambahkan, pengendalian inflasi juga akan diperkuat melalui program Lahan Abadi Hortikultura (LATIBA) di kabupaten dan kota. Program tersebut bertujuan meningkatkan produksi komoditas penyumbang inflasi. Saat ini, LATIBA telah berjalan di Kota Jambi dan Kabupaten Bungo, dengan Kota Jambi telah mengolah lahan seluas 10 hektare.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *