Pengurus Lembaga Adat Melayu Kabupaten Merangin 2023-2028 Resmi Dilantik

Jambi447 Dilihat

Pariwarajambi.com – Pengurus Lembaga Adat Melayu (LAM) Kabupaten Merangin resmi dilantik oleh Ketua LAM Provinsi Jambi, Hasan Basri Agus (HBA). Pengurus LAM Kabupaten Merangin periode 2023-2028 ini dilantik HBA di auditorium Rumah Dinas Bupati Merangin, Senin (09/10/2023).

Pelantikan pengurus LAM Kabupaten Merangin ini dihadiri Pj Bupati Merangin selaku pembina adat Kabupaten Merangin, Mukti dan juga dihadiri pimpinan Forkopimda Kabupaten Merangin.

Ketua LAM Provinsi HBA dengan gelar Tumenggung Putro Jayo Dininggrat mengucapkan selamat kepada pengurus LAM Kabupaten Merangin yang baru dilantik. HBA berharap pengurus LAM Kabupaten Merangin mengali potensi adat yang ada di bumi tali undang tambang teliti.

“Kami minta kepada LAM Merangin gali potensi adat kita, kita sudah membuat buku pengangan muatan lokal (Mulok) mulai dari SD, SMP, SMA sampai perguruan tinggi. Kita minta kerjasama dengan Gubernur dalam hal ini dinas pendidikan,” kata HBA.

HBA juga berharap pengurus LAM Kabupaten Merangin tetap mempertahankan adat dan membina hubungan baik dengan pemerintah.

“Kita inginkan adat ini tetap lestari sampai kapanpun sampai anak cucu kita. Pengurus adat jangan label saja tapi juga tingkah laku. Selamat bekerja, mudahan dapat mengurus anak cucu kito. Adat tidak bisa hidup tanpa pemerintah, dan juga dengan DPRD, ini pegang pakai Kito, pertahankan itu,” ujar HBA.

Sementara itu, Pj Bupati Merangin Mukti dalam sambutannya mengharapkan peran LAM bumi tali undang tambang teliti untuk ikut berperan membangun Kabupaten Merangin.

Dirinya berharap LAM Kabupaten Merangin dapat menjadi organisasi yang menjalankan fungsi lembaga adat, serta mampu menunjukkan eksistensi dalam mengawal nilai adat budaya di Merangin.

“Atas nama pemerintah Kabupaten Merangin kepada pengurus LAM yang baru dilantik kiranya dapat menjadi organisasi yang menjalankan fungsi lembaga adat, amanah dan tidak hanya mengisi kekosongan tapi mengandung makna bertanggung jawab melestarikan nilain yang bersifat adat dan budaya di Kabupaten Merangin. Semoga LAM mampu menunjukkan eksistensi dalam mengawal nilai adat dan budaya di Merangin “tidak lapuk karena hujan tidak lekang karena paneh,” kata Mukti.(rky)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *