Tausiah Ramadhan: Keistimewaan Berinteraksi dengan Al Qur’an

Berita213 Dilihat

UMAT Nabi Muhammad SAW adalah umat yang beruntung. Kenapa umat nabi Muhammad SAW dikatakan umat yang beruntung?

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Merangin, Dr KH M Joni Musa Lc MA mengatakan umat nabi Muhammad dikatakan beruntung karena Al Qur’an Nul Karim diturunkan Allah untuk kemaslahatan umat Rasulullah SAW.

Ada beberapa keutamaan keistimewaan bagi orang-orang yang bersentuhan dan berinteraksi dengan Al Qur’an;

Pertama orang yang mengajarkan Al Qur’an maupun belajar Al Qur’an adalah orang yang terbaik disisi Allah SWT, sebagai mana dalam sebuah hadis dikatakan

خَيركُم مَنْ تَعَلَّمَ القُرْآنَ وَعلَّمهُ

Artinya: “Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari al-Qur’an dan mengajarkannya.”

Kedua Al Qur’an tersebut dapat memberikan syafaat memberi pertolongan pada hari kiamat bagi orang-orang yang membacanya, sebagai sabda Rasulullah SAW.

اِقْرَؤُوْا القُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ القِيَامَةِ شَفِيْعًا لِأَصْحَابِهِ

Artinya: “Bacalah Alquran karena pada hari kiamat, ia akan datang sebagai syafaat untuk para pembacanya.” (HR Muslim).

“Ketiga Al Qur’an dapat mendatangkan Rahmat kasih sayang Allah dan mendatangkan ketenangan jiwa bagi orang-orang yang berinteraksi dengannya.
Keempat orang yang menbaca Al Qur’an itu dirindukan oleh syurga,” kata KH Joni Musa dalam tausiah singkatnya seperti dikutip di akaun Instagram @jonimusa81.

Kelima membaca satu huruf Al Qur’an mendapat 10 kebaikan, sebagai mana Sabda Rasulullah SAW.

“Barang siapa yang membaca satu huruf Al Quran maka ia mendapat 10 kebaikan, saya tidak mengatakan Aliflamim satu huruf, tapi Alif satu huruf, lam satu huruf, mim satu huruf, berarti kita membaca Aliflamin maka kita mendapat 30 kebaikan, sepuluh dari Alif, 10 dari lam dan 10 dari mim”

“Keistimewaan yang berikutnya bagi orang yang berinteraksi dengan Al Qur’an adalah bahwasanya Al Qur’an itu adalah tanda seseorang cinta kepada Allah dan rasul-nya. Sahabat Abdullah bin Mas’ud mengatakan “siapa yang ingin mengatakan bahwa dirinya mencintai Allah dan Rasul-nya maka perhatikan, maka lihatlah, jika ia mencintai Al Qur’an maka sesungguhnya ia  mencintai Allah dan rasul-nya,” jelas KH Joni Musa.

Kemudian orang yang membaca Al Qur’an lancar maupun tidak lancar maka mendapat pahala disisi Allah SWT, kemudian juga dengan membaca Al Qur’an akan mendatangkan kelapangan hidup bagi kita kemudian justru sebaliknya jika kita jauh dari Al Qur’an maka kehidupan kita akan menjadi sulit.

وَمَنْ أَعْرَضَ عَن ذِكْرِى فَإِنَّ لَهُۥ مَعِيشَةً ضَنكًا

“Barang siapa yang berpaling dari Membaca Al Qur’an maka sesungguhnya hidupnya akan menjadi sempit”.(rky)

Baca juga:

Tunaikan Zakat Fitrah dan Fidyah: Berikut Penjelasannya

Tausiah Ramadhan: 2 Cahaya Penyelamat dari Kegelapan Alam Kubur dan Kegelapan Hari Kiamat

Tausiah Ramadhan: Menjadi Mulia karena Al Qur’an

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *